Translate

Rabu, 31 Oktober 2012

Pemerkosa Itu, adalah suamiku



Pemerkosa Itu, adalah suamiku
MALAM PERPISAHAN AWAL DARI BENCANA
Persiapan perpisahan SMA sudah kami siapkan dengan sempurna, dekorasipun sudah tertata dengan baik dan makanan sudah siap semua. Malam perpisahan SMA ini kami persiapkan dengan harapan akan berkesan untuk kami semua. Disebuah villa yang kami sewa bersama, suasananya sangat romantis didukung dengan pemandangan sekitar puncak yang dingin dan temaram.
Hari sudah mulai beranjak malam, kami semakin larut dalam pesta yang meriah..Teman-teman SMAku menikmati semuanya, begitu juga dengan aku larut dalam suasana yang semakin tak mau beranjak dari pesta perpisahaan kami.
Malam semakin larut…teman-temanku semua sudah mulai menghilang satu persatu dan akupun mulai beranjak dari pesta menuju peraduanku, karena rasa penat seharian sudah mempersiapkan semuanya.
“Bro…gua tidur dulu ya”, pamitku pada beberapa teman-temanku yang masih berada di lokasi perpisahan. “Siiip,…sono dah lo tidur..”. Jawab beberapa temanku…
Aku masuk ke kamarku tapi karena teman satu kamarku pergi dengan teman-teman lain untuk menikmati malam perpisahan kami di puncak, akhirnya aku terpaksa sementara harus tidur sendiri.
Rasanya aku bermimpi…aku tertidur tapi ada yang menggerayangi tubuhku…
“Astagfirullah…mau apa lo, Ndi…” Tiba-tiba, aku dikejutkan dengan seseorang yang aku kenal berusaha untuk menggerayangiku….”Ayo laah,Sayang…gua udah mupeng banget nih…” Andi temanku berusaha terus untuk menggumuli aku..”Andi, sadar Ndi…ini gua Rindu temen lo…” aku berusaha dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Andi yang sudah telanjang bulat dan posisinya ada diatas tubuhku.
Aku terus berusaha berontak dan meminta tolong tapi sekuat tenaga aku melawannya dan sekuat tenaga pula dia terus mencoba menggagahiku. Dia terus menggumuliku dan mendekap tubuhku, aku meronta dan terus aku mencoba bertahan.
Sungguh ini bukan yang aku inginkan…malam ini keperawananku hilang oleh nafsu bejad Andi teman SMAku. Aku menangis menahan rasa nyeri, aku menyesal, aku marah, aku………
Malam itu aku pulang tanpa pamit pada teman-temanku dan akupun tak mungkin menceritakan keadaanku pada siapapun termasuk orang tuaku. Aku malu….
Hidup harus terus aku lanjutkan, kini aku sudah masuk bangku kuliah. Kejadian dimalam perpisahan SMAku aku kubur dalam-dalam, aku tak mau larut dalam penyesalan dan aku harus mampu bertahan…
BENCANA KEDUA
Aku menikmati masa-masa kuliahku..aku kini telah bisa membuka kembali lembaran baru..Aku dekat dengan seorang pria teman satu kuliahku, dia baik, penyayang dan yang pasti mencintaiku…
Pernikahan ini semakin membuat aku menjadi wanita yang sempurna…
Malam Pertama Kami…
Kami bercumbu..kami memadu kasih..kami, aaaahhhhhh………..
Tiba-tiba, suamiku mendorong aku dengan kerasnya di ranjang pengantin kami dan melepaskan semua kenikmatan yang akan kami raih….
“Dasar perempuan murahan…siapa yang sudah megambil keperawananmu yang harusnya menjadi hakku….” Teriak suamiku.
Aku menangis dan tak mampu untuk berkata-kata…”Mas, tolong maafkan aku..”, pintaku pada suamiku…
Dia terus memaksa aku untuk menceritakan kepada siapa aku telah berikan keperawananku…Aku menangis dan menceritakan semuanya, aku sakit karena tak mengaharapkan aku kembali pada masa laluku.
“Dasar perempuan sundel..pembohong…aku ceraikan kamu sekarang juga dan kamu bukan lagi istriku” lalu diapun meninggalkanku dan tak pernah kembali.
AWAL BABAK BARU DALAM HIDUPKU
Aku adalah janda, janda pada saat usiaku masih terbilang muda. Aku nikmati hidupku karena hidup harus terus berjalan…
Ku terima sebuah undangan untuk acara reuni SMAku dulu, aku sebenarnya enggan untuk ikut dalam acara itu..tapi aku kangen teman-temanku semasa SMA.
Ah…aku bahagia bisa bertemu kembali dengan teman-temanku semasa SMA, rasanya rinduku terobati.
“Rindu…ini Rindukan?” tiba-tiba seseorang memanggilku…Nyaris aku pingsan melihat sosok seseorang dimasa lalu yang membuat aku nyaris putus asa. “Aku Andi, Rin…masih ingat dengan akukan?” Pertanyaan sangat amat bodoh, tentunya aku masih mengenal dia, sangat dan teramat mengenalnya bagai sembilu mengenangnya dan sampai kapanpun aku tak akan pernah bisa melupakan orang yang telah merenggut keperawananku dengan paksa, aku tak akan pernah lupa dengan sosok yang telah memperkosaku. “Iya, ini aku”, jawabku dengan ketus…”Rindu, aku selama ini selalu mencari keberadaanmu tapi aku sulit untuk menemukanmu, aku tahu kamu pasti membenciku, aku tahu kamu pasti marah padaku, aku tahu pasti kamu tak akan bisa memaafkan ketololanku pada masa lalu..Rindu, maafkan aku..tolong maafkan aku…aku,….” Andi berusaha meminta maaf padaku. “Stop…hentikan semua ocehanmu yang membuat aku semakin muak melihatmu…apakah dengan memaafkanmu bisa mengembalikan semua yang aku miliki kembali? tidak Andi, sekali lagi TIDAK!” tegasku padanya…Aku Tinggalkan Andi dan masih terlihat wajah penyesalannya….
Kini aku sudah bisa lebih tenang dalam mengahadapi perjalanan hidupku, aku masih janda..Janda yang mandiri aku terus mencoba mengubur semua masa laluku dan aku tak mau kembali pada masa laluku.
“Bu Rindu, ini proposal yang kita ajukan ke perusahaan yang akan menjadi rekanan kita dan beliau meminta ibu untuk datang mempresentasikan produk yang akan kita ajukan pada perusahaan beliau”..salah satu staffku menginformasikan hasil kerja kerasku selama ini. “Alhamdulillah…Thanks God! Kau sudah menjawab doaku, terus kapan kamu jadwalkan saya untuk presentasi?”.. “Besok bu, pukul 09.00, ibu sudah harus berada di perusahaan itu”.
Aku kini manager di salah satu perusahaan terkenal dan saat ini prestasiku semakin gemilang karena sebentar lagi peruahaan tempat aku bekerja akan bekerjasama dengan perusahaan yang lebih besar lagi.
Pagi ini aku sudah siap dengan semua bahan presentasiku, sesampainya di salah satu ruangan pemimpin dan sekaligus pemilik perusahaan tersebut aku duduk sendiri sambil menikmati ruangan yang begitu asrinya dengan cat warna merah muda, warna kesukaanku, Hmm..ku lihat banyak sekali foto-foto seorang anak perempuan cantik, lucu dan menggemaskan usianya sekitar 8 tahun, pastinya dia putri dari pemimpin perusahan ini.
“Selamat pagi bu Rindu, kenalkan ini bapak Andi Kusuma Pimpinan sekaligus pemilik perusahaan ini”. Sapa sekretaris perusahaan itu padaku. Entah apa yang harus aku katakan rasanya ruangan ini sudah tidak asri lagi, rasanya berjuta beban menghimpit aku, rasanya aku tak bisa bernafas dengan lega…..Tapi aku harus bertahan dan aku harus profesional yang aku bawa bukan namaku tapi nama perusahaan tempat aku bekerja, aku harus bisa mengendalikan emosiku dan aku harus bisa terlihat tegar.
Aku menyalaminya dan sentuhan tangannya bagaikan duri yang menancap dihatiku…”Kenalkan saya Rindu, bapak Andi Kusuma”, aku berusaha memperkenalkan diriku agar tidak terlihat kekakuan diantara kami. “Ros..tolong tinggalkan kami berdua”, pinta Bapak Andi Kusuma si bejad tak bermoral.
“Silahkan duduk, bu Rindu…apa kabar?” tanyanya padaku. “baik…”, jawabku dengan singkat.
Aku langsung mempresentasikan pengajuan kerjasama perusahan tempat aku bekerja pada dia, aku mencoba terus menahan rasa sakit hatiku.
Tiba-tiba…..
“Rindu…aku selama ini terus mencari keberadaanmu, aku selalu berdoa semoga Tuhan memberi kesempatan kepadaku untuk terus berusaha memohon ampun dari kamu, aku sangat menyesal dengan semua yang telah ku lakukan padamu dulu…Sampai saat inipun aku tak bisa memaafkan diriku sendiri tapi aku yakin suatu hari Tuhan pasti beri aku kesempatan kepadaku agar bisa bertemu dengan kamu..aku memang laki-laki bejad yang sudah menghancurkan kehidupanmu..tolong maafkan aku, Rindu..” dia terisak dan berusaha meraih tanganku. Aku berusaha menarik tanganku agar dia tak menyentuhku.
“Dengar ya, bapak Andi Kusuma yang terhormat berjuta maaf yang kamu ucapkan padaku, beribu penyesalan yang kau katakan padaku, apapun itu tidak akan mengembalikan “sesuatu” yang pernah aku miliki yang tak sepantasnya kamu ambil dariku dengan paksa..buatlah penyesalanmu itu dosa-dosa yang terus menghantuimu…”. Nadaku mulai meninggi setelah berusaha menekan amarahku.
“Aku tahu itu Rindu…apapun akan aku lakukan untuk menebus semua kesalahanku, aku mencintaimu Rindu…aku khilaf saat itu, aku benar-benar gelap mata…aku memang pendosa..” dia semakin terisak.
“maaf..rasanya aku sudah cukup berada di ruangan yang pengap ini…” aku beranjak dari tempat dudukku.
“Rindu..masih ingat dengan bu Mini guru SMA kita dulu?”… Aku terhenyak seperti ada sebilah pedang yang menusuk jantungku…dia melanjutkannya..”Dia datang padaku dan menceritakan semuanya…” Dia raih salah satu foto yang berada di mejanya, lalu “Dia aku namakan Rindu Menanti, dia anak kita, Rindu…aku mengambilnya dari bu Mini, aku asuh dia sejak kau titipkan dia ke bu Mini..aku menyayanginya Rindu, seperti aku menyayangimu..aku tahu aku salah padamu..tapi anak kita sama sekali tak meminta untuk dilahirkan kedunia dan karena perbuatankulah dia lahir kedunia ini, jangan kau hukum dia untuk terus bertanya dinamakah ibunya berada, kalau mau hukum..hukumlah aku, aku siap menerima apapun hukumannya bila itu membuatmu merasa bisa untuk membalaskan semua rasa sakit hatimu padaku..”
Aku menangis…ya Tuhan, siapakah yang selama ini bejad dan nista…akulah orangnya, aku meninggalkan anak yang telah bersemayam dalam rahimku dan aku tinggalkan dia begitu saja tanpa ada keinginan untuk melihat ataupun menayakan keadaannya…aku memang tak pernah menginginkan dia lahir dari rahimku tapi diapun tak menginginkan lahir kedunia ini dengan keadaan seperti ini.
Aku semakin menangis ternyata orang yang selama ini aku anggap tak bermoral, bejad dan nista tapi dia laki-laki yang bertanggung jawah terhadap anaknya.
“Sejak peristiwa malam itu aku amat menyesal.. tapi kebodohanku membuat aku tak sanggup untuk memohon ampun padamu, Rindu..setelah aku memiliki kemampuan dan keberanian untuk bertanggung jawab padamu atas semua perbuatanku, aku kehilangan dirimu, sampai akhirnya bu Mini datang padaku dan menceritakan semuanya..andai saat itu aku tahu kamu hamil anak kita…aku tak akan pernah meninggalkanmu..aku ingin kamu menjadi istriku Rindu…
ANAKKU, BINTANG KECILKU
Aku tak sanggup lagi menahan rinduku pada anakku…”Andi…katakan padaku, dimana anak kita” tanpa rasa canggung aku mengatakannya bahwa anak itu anak kami berdua.
Sepanjang perjalanan aku terus menangis menyesali semua kebodohan dan keangkuhanku..aku ingin secepatnya memeluk anakku yang selama delapan tahun ini aku tinggalkan…
Tiba disebuah rumah…Andi masuk ke sebuah kamar yang indah…”Rindu sayang…ini papa datang nak..” sapa Andi pada seorang anak kecil yang cantik..”Eh, papa..Rindu kangeen sama papa..kok, tumben sih papa siang-siang sudah pulang, pasti papa juga kangen sama Rindu ya” celotehnya…”Iya, sayang..papa selalu kangen sama Rindu…” jawab andi sambil memeluk bintang kecilku yang sebenarnya ingin segera ku peluk…”Rindu..apa yang paling Rindu inginkan sekarang ini?” tanya Andi pada bintang kecilku…”Rindukan selalu bilang sama papa kalau Rindu mau mama Rindu..Rindu tidak mau apa-apa lagi, hanya mama Rindu yang cantik ini yang Rindu mau…” anak itu memperlihatkan sebuah foto masa SMAku dulu yang sejak tadi dia dekap didadanya. Aku tak tahan lagi melihat pemandangan itu semuanya…lalu aku dekap dan aku peluk Rinduku..aku menangis aku katakan padanya “Rindu..ini mama sayang…maafkan mama yang selama ini jauh dari sisi Rindu..” aku terus menangis dan memeluk Rindu anakku..”Mamaaa….” tangis Rindupun memecah dalam pelukanku…”Mama, Rindu kangen sama mama..mama kemana saja?….” Lalu dia melepaskan pelukanku…”Mama..bolehkan Rindu memegang wajah mama?” aku terhenyak…memegang? Dia boleh memandangku dengan sepuasnya…Lalu dia raih wajahku…”mama, wajah mama cantik seperti foto mama..” dia terus meraba wajahku…ya Tuhan, aku mencoba meminta jawaban dari Andi…Andi mengisyaratkan padaku bahwa Rindu tidak dapat melihat….
Ya Tuhan, aku semakin merasa bersalah…apa yang telah ku lakukan pada anakku sehingga dia mengalami ini semua…
Andi bercerita, bahwa tiga bulan yang lalu dia berjanji akan membawa aku pada Rindu sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke delapan tapi Andi tidak dapat menemukanku dan tidak dapat menepati janjinya, akhirnya tanpa sepengetahuan Andi Rindu mencari aku dan kecelakaanpun terjadi Rindu tertabrak motor saat akan menyebrang dan mengakibatkan benturan pada bagian kepalanya sehingga syaraf penglihatannya mengalami kerusakan, dokter memvonisnya Rindu tidak dapat melihat lagi.
“Mama…jangan pernah tinggalkan Rindu lagi ya..” pintanya padaku…”tidak sayang…mama akan selalu ada disampingmu..mama akan selalu menjagamu sepanjang hayat mama…Rindu akan selalu berada dalam dekapan mama, mama janji…” itu janjiku padanya.
SUAMIKU, PEMERKOSAKU
Ya Tuhan….
Laki-laki itu yang merenggut keperawananku dengan paksa…
Ya Tuhan…
Laki-laki itu pemerkosaku…
Ya Tuhan…
Laki-laki itu masa laluku yang kelam…
Ya Tuhan…
Laki-laki itu ayah dari anakku..
Ya Tuhan…
Laki-laki itu yang memberi kebahagiaan pada anakku..
Ya Tuhan…
Laki-laki itu kini suamiku dan bapak dari anakku…
Ya Tuhan…
Dialah yang menyerahkan semua pengorbanannya demi hidupku dan anakku
Ya Tuhan…
Kini dia suamiku…

10 komentar:

  1. kata2nya nakal and bikin pembaca penasaran
    ini kisah nyata bu ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan bu...hanya kisah fiksi saja, hehehehe...
      makasih ya sdh menyimaknya....tp saya ngga bisa masuk ke blog ibu ya....kenapa?

      Hapus
    2. hehehe,....nakal dikit ngga apa-apa kan pak? bukan kisah nyata hanya fiksi saja...

      Hapus
  2. huaa jadi nangis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Zul...menangislaah, kawan...hehehe

      Hapus
  3. kalo di visualkan d TV ok juga nih...Excellent...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe...makasih ozetus....siapa yang mw hayooo?

      Hapus
  4. cari produser donk mbak thea, sapa tau karya sampeyan bisa di bikin sinetron....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siiip pak Aghie...semoga ada yang membacanya dan menawarkan menjadi cerita di sinetron..

      Hapus
  5. Danisya el-zara12 Desember 2013 07.35

    agak kecewa jg sama endingnya..
    ktanya "pemerkosa itu suamiku" tapi endingnya gk smpe nikah..

    BalasHapus